PAI KELAS 9. SMP AL AZHAR 1 TGL 21- 7 -2021
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Nama sekolah : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Hari / Tanggal :RABU, 21 JULI 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Kelas : (SEMBILAN )
KD :
3.12. MeNYAKINI HARI AKHIR , MENGAHIRI KEBIASAAN BURUK
Materi : Proses kehidupan di akhirat
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.
Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog kalian dapat Menyebutkan macam macam kiamat dan perbedaannya.
Materi PAI Kelas 9 Bab 1 Meyakini Hari Akhir, Mengakhiri Kebiasaan Buruk
Setelah peristiwa
kiamat yang maha dahsyat itu, semua manusia akan mati dan mengalami proses
kehidupan di alam akhirat sebagai berikut:
a). Alam Barzakh
(Yaumul Barzakh)
Alam barzakh yang
dikenal dengan alam kubur yang merupakan pintu gerbang menuju akhirat atau
batas antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam kubur manusia akan bertemu,
ditanyai, dan diperiksa oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang segala amal
perbuatannya ketika menjalani kehidupan di dunia.
b). Yaumul Ba’ats
Yaumul ba’ats adalah
hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju ke padang
mahsyar. Kebangkitan manusia ini akan terjadi setelah ditiupkan sangkakala yang
kedua oleh Malaikat Isra!l. Seluruh manusia mulai zaman Nabi Adam sampai
manusia terakhir bangkit dari kubur. Adapun keadaan mereka bermacam-macam
sesuai dengan amal perbuatan mereka pada waktu hidup di dunia. Firman Allah
Swt.:
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا
هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ – ٥١
Artinya: “Lalu ditiuplah
sangkakala (yang kedua kalinya), maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya
(dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya”. (Q.S. Yāsin/36:51)
Rasulullah saw. secara
lebih jelas menceritakan kisah yang akanterjadi kelak di hari kebangkitan seperti
berikut ini yang artinya
“Telah menceritakan kepada Bahz bin Hakim dari bapaknya dari
kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya kalian akan
dikumpulkan (pada hari kiamat) ada yang berjalan, berkendaraan, dan akan
diseret di atas wajah kalian.” (H.R. Tirmidzi³)
c). Yaumul Masyr atau
Yaumul Mahsyar
Yaumul Masyar atau yaumul mahsyar adalah hari dikumpulkannya
seluruh manusia yang telah dibangkitkan dari kuburnya ,di sebuah padang yang
sangat luas bernama Padang Mahsyar. Pada yaumul mahsyar ini pula manusia menerima catatan amalnya
selama hidup di dunia, baik amal yang buruk maupun amal yang baik. Seluruhnya
tercatat secara rinci.
Di Padang Mahsyar
inilah Allah Swt. akan mengadili manusia dengan seadil-adilnya, sebagaimana
firman Allah swt :
وَاَشْرَقَتِ الْاَرْضُ بِنُوْرِ
رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتٰبُ وَجِايْۤءَ بِالنَّبِيّٖنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَقُضِيَ
بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ – ٦٩
Artinya: “Dan bumi (padang
mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan
buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing),
nabi-nabi dan saksisaksi pun dihadirkan,lalu diberikan keputusan di antara
mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan.(QS. az-Zumar/39:69)
d).Yaumul Mizan dan
Yaumul Hisab
Arti kata mizan adalah timbangan, sedangkan hisab artinya perhitungan. Dua istilah ini ,yaitu
Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab memiliki makna yang hampir sama maknanya.
Dengan demikian, yaumul mizan adalah hari ditimbangnya seluruh
amal baik dan buruk manusia untuk menerima keadilan dan balasannya
masing-masing. Yaumul Mizan ini disebut juga dengan Yaumul Hisab, yaitu hari diperhitungkannya seluruh amal
perbuatan manusia, baik amal yang baik maupun amal yang buruk. Firman Allah
Swt. dalam Q.S. az-Zalzalah/99 ayat 7 dan 8 :
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ
ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ – ٧وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا
يَّرَهٗ – ٨
Artinya: “Maka barangsiapa
mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarah, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya. (Q.S. az-Zalzalah/99:7-8).
Pada hari perhitungan
amal manusia, akan diperlihatkan kepadanya semua perbuatannya selama hidup di
dunia. Ketika ia melihat amal baiknya, dia akan merasa senang. Sebaliknya,
ketika melihat amal buruknya, dia akan menyesal. Firman Allah Swt.:
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا
عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا ۛوَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ ۛ تَوَدُّ لَوْ
اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا ۗوَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ
نَفْسَهٗ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ – ٣٠
Artinya: “(ingatlah) pada hari
(ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan
dihadapkan kepadanya,(begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia
kerjakan…” (Q.S. Ali‘Imran/3:30)
e). Surga dan Neraka
1. Surga sebagai Balasan Amal Baik
Seluruh perbuatan baik manusia telah diperhitungkan pada saat
Yaumul Hisab. Perbuatan baik itu
akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Swt.
Balasan yang memuaskan
itu berupa surga yang di dalamnya penuh kenikmatan yang melebihi kenikmatan
dunia. Ungkapan kenikmatan itu dirmankan Allah Swt.:
اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ
الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ ۚ – ٥٥هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى
الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِـُٔوْنَ ۚ – ٥٦لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا
يَدَّعُوْنَ ۚ – ٥٧سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ – ٥٨
Artinya: “Sesungguhnya penghuni
surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).Mereka dan
pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas
dipan-dipan.Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja
yang mereka inginkan. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan
selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S.Yās³n/36:55-58)
2. Neraka sebagai Balasan Amal Buruk
Di neraka itulah
balasan orang yang banyak melakukan dosa, takabur, sombong, dan terlebih tidak
melaksanakan perintah Allah Swt. Mereka di neraka susah payah mendapatkan makan
dan minum, mereka diberi minuman yang panas dan makanan dari pohon berduri.
Firman Allah Swt.:
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا
مِنْ ضَرِيْعٍۙ – ٦لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ – ٧
Artinya: ”Tidak ada makanan
bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak
menghilangkan lapar.” (Q.S. al- Gāsyiyah/88:6-7)
Para penghuni neraka
tidak akan merasa aman atau menyenangkan sebab selalu diliputi angin dan air
yang panas. Firman Allah Swt.:
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ –
٤٢وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ – ٤٣لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ – ٤٤
“(Mereka) dalam siksaan angin
yang sangat panas dan air yang mendidih dan naungan asap yang hitam. Tidak
sejuk dan tidak menyenangkan.” (Q.S. al-Wāqi’ah/56:42-44)
tugas
1. kalian baca dan pahami materi di atas
2. kalian tulis / salin ke buku catatan
3. setelah selesai kalian kirim hasil catatan dan foto kalian sedang mengerjakan ke guru agama kalian.
Komentar
Posting Komentar