KELAS 8 PAI& BP TGL 14 JULI 2021
MENYAKINI KITAB-KITAB ALLAH, MENCINTAI AL-QUR’AN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Nama sekolah : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Hari / Tanggal :RABU, 14 JULI 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Kelas : 8 (Delapan )
KD :
3.12. Memahami kitab-kitab allah dan hikmah mempelajari kitab-kitab allah
Materi : MENYAKINI KITAB-KITAB ALLAH, MENCINTAI AL-QUR’AN
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.
Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog kalian dapat membedakan dan menyebutkan ajaran pokok kitab-kitab allah.
MATERI
Meyakini kitab-kitab Allah,
mencintai Al-Quran tentunya sangat penting untuk kita ketahui, entah yang
bersifat spontanitas maupun ilmiah. Kita dari semenjak Tk telah diajarkan
bagaimana agar kita selalu memiliki sikap meyakini terhadap kitab Allah dan
mencintai Al-Quran dengan selalu membacanya setiap hari.
Pada artikel yang satu ini, kami
suguhkan rangkuman meyakini kitab-kitab Allah, mencintai Al-Quran. Disini
menemukan banyak informasi yang terdapat pada buku Kemendikbud RI keluaran
resmi dan pemerintah.
1. Mari Renungkan
Mahasuci Allah Swt yang tidak
menghendaki manusia hidup dalam kesesatan. Oleh karena itu, Dia memberikan arah
yang jelas dengan cahaya petunjuk- Nya. Allah Swt memberikan petunjuk mengenai
tata cara mendekatkan diri kepada-Nya.
Manusia yang dapat menjalani
hidupnya dengan benar dan terarah akan merasakan kebahagiaan dalam
kehidupannya. Sebaliknya, mereka yang menjalani hidup tanpa aturan dan
seenaknya sendiri tentu akan lebih sering mengalami masalah, kesulitan, dan
kegelisahan.
Petunjuk Allah Swt yang tertuang
dalam kitab-kitab yang diturunkan- Nya merupakan panduan untuk kebahagiaan
manusia di dunia sampai akhirat. Sekali lagi, kitab itu benar-benar berisi cara
yang dapat membimbing kita untuk meraih kebahagiaan. Sungguh rugi manusia yang
tidak pernah membaca, memahami, serta memegang teguh isi Kitab Suci itu.
Sungguh rugi, sungguh rugi, dan sungguh merugi.
2.
Dialog Islami
“Apakah semua Rasul itu mendapat wahyu dari Allah Swt?”
“Pada dasarnya semua Nabi itu mendapat wahyu untuk diajarkan kepada umatnya.
Nabi-nabi yang kita yakini itu tidak semuanya menjadi Rasul, dan tugas mereka
pun berbeda dengan Rasul. Rasul mendapat wahyu berupa kitab-kitab suci untuk
diajarkan kepada umatnya, sedangkan Nabi hanya berlaku untuk dirinya sendiri.
Wahyu ada yang ditulis dan ada yang tidak. Wahyu yang ditulis bentuknya berupa
lembaranlembaran, yang disebut suhuf. Di antara yang ditulis itu ada yang juga
dikumpulkan dan dibukukan menjadi kitab. Nah, jumlah kitab ini yang harus kita
yakini ada 4.”
3.
Mutiara Khazanah
a.
Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt.
Iman kepada kitab Allah Swt berarti percaya dan yakin dengan
sepenuh hati bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para
Rasul-Nya. Ajaran yang terdapat di dalam kitab tersebut disampaikan kepada umat
manusia sebagai pedoman hidup agar dapat meraih kebahagiaan di dunia dan
akhirat.
Dengan adanya kitab-kitab Allah Swt ini, manusia dapat membedakan mana yang
benar (haq) dan mana yang salah (batil), mana yang bermanfaat dan mana yang
mengandung mudharat (Keburukan).
Untuk lebih memahami hal tersebut, perhatikanlah firman Allah dalam Q.S.
al-Māidah /5 : 16 berikut :
يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهٗ
سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ
وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ – ١٦
Artinya : “Dengan kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada
orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu
pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-
Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.” (Q.S. al-Māidah /5 : 16)
b.
Nama-nama Kitab Allah Swt. dan Rasul Menerimanya
Ada 4 kitab
yang diturunkan oleh Allah Swt ke dunia ini. Allah Swt juga memberikan
nama-nama untuk kitab-kitab-Nya tersebut. Secara berurutan mulai dari yang
pertama kali diturunkan hingga saat ini, keempat kitab yang wajib kita yakini
adalah : Taurat, Zabur, Injil, dan al-Qur’ān.
1.
Kitab Taurat (diturunkan pada abad ke-12 SM)
Kitab Taurat
diwahyukan kepada Nabi Musa a.s pada abad ke-12 SM. Nama Taurat berarti hukum
atau syariat. Pada saat itu Nabi Musa a.s diutus oleh Allah Swt untuk berdakwah
kepada bangsa Bani Israil. Oleh karena itu, tepat sekali kalau kita meyakini
bahwa kitab Taurat diperuntukkan sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi kaum
Bani Israil saat itu.
Adapun
bahasa yang digunakan dalam kitab Taurat adalah bahasa Ibrani. yang tertuang dalam
Firman Allah dalam Q.S. al-Mu’minun/23 : 49 berikut ini :
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
– ٤٩
Artinya : “Dan sungguh, telah Kami anugerahi kepada Musa a.s
Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk. “ (Q.S.
al-Mu’minūn/23 : 49)
Kitab Taurat yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Musa a.s untuk bangsa Bani
Israil (kaum Yahudi) agar mereka senantiasa berada dalam jalan kebenaran.
Adapun pokok-pokok ajaran yang ada dalam Kitab Taurat yang diturunkan di Bukit
Sinai tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perintah
untuk mengesakan Allah Swt.
2. Larangan
menyembah patung/berhala.
3. Larangan
menyebut nama Allah Swt dengan sia-sia.
4. Perintah
menyucikan hari Sabtu
5. Perintah
menghormati kedua orang tua.
6. Larangan
membunuh sesama manusia.
7. Larangan
berbuat zina.
8. Larangan
mencuri.
9. Larangan
menjadi saksi palsu.
10. Larangan
mengambil hak orang lain.
2.
Kitab Zabur (diturunkan pada abad ke-10 SM)
Kitab Zabur diturunkan Allah Swt kepada Nabi Daud a.s untuk
bangsa Bani Israil atau umat Yahudi. Kitab ini diturunkan pada abad 10 SM di
daerah Yerusalem. Adapun kitab ini ditulis dengan bahasa Qibti. Firman Allah
Swt. :
وَرَبُّكَ
اَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ
النَّبِيّٖنَ عَلٰى بَعْضٍ وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا – ٥٥
Artinya :
“Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh,
Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian Nabi-nabi atas sebagian (yang
lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. “ (QS. Al-Isrā/17 :55).
3.
Kitab Injil (diturunkan pada abad ke-1 M)
Kitab Injil
diturunkan kepada Nabi Isa a.s pada permulaan abad 1 M. Kitab Injil diwahyukan
di daerah Yerusalem. Kitab ini ditulis pada awalnya dengan menggunakan bahasa
Suryani. Kitab ini menjadi pedoman bagi kaum Nabi Isa a.s., yakni kaum Nasrani.
Firman Allah
Swt.:
قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ
نَبِيًّا ۙ – ٣٠
Artinya :
Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil)
dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Q.S. Maryam/19 : 30)
Kitab Injil
berisi ajaran pokok yang sama dengan kitab-kitab sebelumnya. Namun, ada yang
menghapus sebagian ajaran Kitab Taurat yang sudah tidak sesuai dengan zaman
itu.
Secara umum Kitab Injil berisi tentang :
1.
Perintah untuk kembali mengesakan Allah Swt.
2.
Membenarkan keberadaan Kitab Taurat.
3.
Menghapus beberapa hukum dalam Kitab Taurat yang tidak lagi
sesuai dengan perkembangan zaman.
4.
Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah
Nabi Isa a.s., yaitu abi Muhammad saw. (di samping ada di Kitab Injil,
penjelasan ini juga terdapat dalam Kitab Taurat)
4.
Kitab al-Qur’ān (diturunkan pada Abad ke-7 M, kurun waktu tahun 611-632 M)
Kitab
al-Qur’ān merupakan kitab yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi dan Rasul yang
terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Kitab Suci al- Qur’ān diturunkan Allah Swt
sebagai penyempurna dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya.
Firman Allah Swt. :
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا
بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ – ٣
Artinya: “Dia menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu
(Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan
menurunkan Taurat dan Injil.” (Q.S. Ăli ‘Imrān/3 : 3)
Setelah wahyu pertama yang diturunkan di Gua Hira tersebut, turunlah
wahyu-wahyu berikutnya sampai seluruhnya diturunkan oleh Allah Swt.
Secara umum pokok-pokok ajaran yang
terkandung dalam al-Qur’ān adalah :
1.
Akidah (keyakinan), yaitu hal-hal yang berkaitan dengan
keyakinan, seperti mengesakan Allah Swt dan meyakini malaikat-malaikat Allah
Swt.
2.
Akhlak (budi pekerti), yaitu berkaitan dengan pembinaan
akhlak mulia dan menghindari akhlak tercela.
3.
Ibadah, yakni yang berkaitan dengan tata cara beribadah
seperti śalat, zakat, dan ibadah yang lainnya.
4.
Muamalah, yakni berkaitan dengan tata cara berhubungan kepada
sesama manusia.
5.
Tarikh (sejarah), yaitu kisah orang-orang dan umat terdahulu.
a. Kitab Allah Swt sebagai Petunjuk bagi
Manusia
Kitab-kitab
yang diturunkan Allah Swt kepada manusia melalui para utusan-Nya dimaksudkan
agar dijadikan petunjuk bahwa keberadaan manusia di muka bumi. Karen manusia
diciptakan oleh Allah Swt, maka hanya kepada- Nya manusia menyembah.
b. Al-Qur’ān sebabai kitab Suci Umat Islam
Al-Qur’ān merupakan kitab suci dari Allah Swt yang terjamin
kemurniannya. Maksudnya, sejak awal diturunkan sampai sekarang bacaan al-Qur’ān
dan isinya tidak mengalami perubahan, baik penambahan maupun pengurangan.
Allah Swt telah menjamin kemurnian al-Qur’ān ini sebagaimana tertuang dalam
firman-Nya :
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
– ٩
Artinya:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang
memeliharanya “. (Q.S. al-Hijr/15 : 9).
PERINTAH PEMBELAJARAN HARI INI
1.
KALIAN BACA DAN PAHAMI
MATERI DIATAS
2.
SETELAH SELESAI MEMBACA DAN
MEMAHAMI KALIAN RANGKUM MATERI TERSEBUT DI BUKU CATATAN
3.
KIRIM HASIL RANGKUMAN DAN
FOTO KALIAN SEDANG MENGERJAKAN KE WA 087741286409
Komentar
Posting Komentar